Pengaruh Harlem Shake Terhadap Kebudayaan Bangsa

 

Sejarah Harlem Shake

Harlem Shake , awalnya disebut albee di Harlem, adalah tarian yang dimulai pada tahun 1981. Tarian menjadi mainstream pada tahun 2001 ketika G. Dep menampilkan Harlem Shake dalam video musiknya “Let’s Get It”. Ini memiliki sejarah dari Northeast African dance yang disebut “Eskista” dan diduga dimulai di Harlem oleh seorang pria bernama Al B.

Harlem Shake Menghebohkan Youtube

Harlem Shake adalah tarian yang awalnya dimulai di Harlem, New York. Sejak awal telah menyebar ke daerah perkotaan lainnya dan menjadi populer di video musik. Para penyiar di Classic Basketball Entertainer ini di klaim Rucker Park bahwa Modern Harlem Shake dimulai oleh seorang pria dengan nama “Al B” (julukan Sisqo atau Cisco). Al B adalah seorang pemabuk yang akan melakukan tarian atas permintaan. Karena pendirinya, tarian ini awalnya disebut “albee” di Rucker dan Harlem, tetapi kemudian dikenal sebagai Harlem Shake .

Al B dikutip mengatakan bahwa tarian adalah “goyang orang yang sedang mabuk, ini merupakan goyang yang mabuk beralkohol, tapi itu fantastis, semua orang menghargai hal itu.” Dia mengatakan itu berasal dari Mesir Kuno dan menggambarkannya sebagai apa mumi yang digunakan untuk melakukan. Karena mereka semua dibungkus mereka tidak bisa benar-benar bergerak, semua yang mereka bisa lakukan adalah goyang. Harlem Goyang didasarkan pada tarian Ethiopia disebut Eskista .

Al B menyatakan bahwa ia telah melakukan Harlem Shake sejak tahun 1981. Tarian pertama kali tertangkap pada Entertainer Bola Basket Classic atau EBC dan menyebar dari sana ke daerah lain.
Pada bulan Februari 2013, Harlem goyang menjadi populer di kalangan video YouTube.

Meskipun mulai tahun 1981, Shake Harlem menjadi mainstream pada tahun 2001 ketika G. Dep menampilkan tarian di video musiknya “Let’s Get It”. The Harlem Shake umumnya terkait dengan langkah tarian serupa yang disebut ‘The Chicken Noodle Soup’ . The “Chicken Noodle Soup” berevolusi dari Harlem Shake dan meledak ke popularitas pada musim panas 2006 ketika DJ Webstar dan Young B membawanya ke arus utama Tarian disebut dalam lagu CunninLynguists., “Old School,” dalam lagu Mac Dre, “Dance Thizzle,” dan dalam lagu Nelly, “Dilema.” Sebuah band dari New York City mengambil nama tarian dan dijuluki diri mereka “Harlem Shakes.” Album debut mereka Technicolor Kesehatan yang dirilis Maret 24 Desember 2009. “Harlem Shake” adalah sebuah lagu oleh produser Amerika dari Brooklyn, New York Baauer. Lagu ini diunggah ke YouTube pada 10 Mei 2012, dan menjadi trend Harlem shake pada bulan Februari 2013.

Euforia Harlem Shake

Transformasi kehidupan dari hari ke hari terus bergerak mengikuti ritmenya. Globalisasi dan modernisasi telah membuat segalanya berubah. Sesuai dengan tuntutan zaman kedua proses kehidupan tersebut tak dapat dihindari lagi. Globalisasi dan modernisasi di bidang teknologi membuat manusia dengan mudahnya mengakses segala sesuatu hanya dengan mengakses internet. Saat ini banyak orang yang salah paham mengartikan makna sesungguhnya dari kata “modern”. Orang-orang banyak yang terjebak dalam sebuah dampak negatif dari modernisasi. Mereka tak sadar bahwa apa yang mereka lakukan bukanlah aksi dari sebuah modernisasi tetapi lebih kepada westernisasi.

Melihat kenyataan yang seperti itu, Indonesia sebagai salah satu negara yang demokrasi, tentunya menerima semua pengaruh yang masuk. Sebagai akibat dari perkembangan zaman tentunya semua pengaruh entah positif entah negatif akan dengan mudah menerobos nilai dan norma yang berlaku. Generasi muda sebagai garda utama kemajuan bangsa tentunya harus mampu memfilterisasi semua pengaruh yang masuk. Tak sedikit generasi muda Indonesia yang terlihat acuh terhadap segala bentuk perubahan yang ada tetapi ketika sebuah isu berkembang di masyarakat mereka akan dengan lantangnya menyuarakan apa yang diinginkannya. Dampak yang paling berpengaruh dari perkembangan zaman yang sekarang ini adalah bergesernya nilai-nilai budaya. Sejatinya budaya adalah jati diri terbentuknya suatu bangsa. Inilah tugas dari generasi muda yang seharusnya mampu mengembangkan dan melestarikan semua budaya yang ada.
Pada dasarnya budaya dan teknologi adalah dua hal yang saling berkaitan. Dengan teknologi kita dapat melihat semua kebudayaan dunia. Generasi muda Indonesia yang “addict” terhadap teknologi tentunya akan melihat perkembangan kebudayaan dunia dan bukan tidak mungkin mereka akan mengimitasi segala sesuatu yang dilihatnya atau bahkan mereka akan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Itu semua bukanlah hal yang salah, ketika generasi muda mampu menerima segala bentuk perubahan dan mereka mampu memfilterisasi dengan caranya sendiri maka mereka akan terus berada di bawah nilai dan norma yang ada. Tetapi sebaliknya ketika mereka tidak mampu memfilterisasi dengan baik bukan tidak mungkin mereka akan terhanyut dalam gelombang westernisasi.
Banyak sekali generasi muda yang terhanyut oleh perkembangan budaya barat. Saat ini “Harlem Shake” sebagai salah satu contoh budaya yang sedang “trending”. Hanya dengan mengakses situs “youtube”, orang-orang akan dengan mudah melihat apa itu “Harlem Shake”

Generasi muda Indonesia saat ini adalah generasi yang mudah terlena dengan euphoria yang sedang berkembang. Mereka akan merasa senang ketika mereka terlibat dalam euphoria tersebut.

Ketika generasi muda Indonesia menganggap tarian Harlem Shake just for having fun tak lebih dari itu. Itu tidak salah. Tetapi ketika dalam euphoria tersebut mereka melupakan unsur-unsur kebudayaan bangsa dan terlihat bangga dengan euphoria tersebut. Hal tersebut tentu salah. Banyak generasi muda Indonesia yang dengan lantangnya menyuarakan bahwa mereka cinta budaya Indonesia tetapi mereka lupa akan unsur-unsur yang terkandung dalam budaya tersebut. Hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang generasi muda dalam melestarikan budayanya adalah belajar dari hal-hal kecil dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

One thought on “Pengaruh Harlem Shake Terhadap Kebudayaan Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s